Meet the Faculty: Professors Shaping Futures at Universitas Airlangga
Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya, Indonesia, adalah pusat keunggulan akademik yang terkenal dengan pendekatan inovatifnya terhadap pendidikan dan penelitian. Institusi ini memiliki beragam fakultas yang keahlian dan dedikasinya membentuk masa depan mahasiswa yang tak terhitung jumlahnya. Di bawah ini, kami menelusuri profesor-profesor terkemuka di berbagai disiplin ilmu, menyoroti kontribusi dan pengaruh mereka terhadap komunitas akademis.
1. Guru Besar Dr. H. Fathul Wahid, SE, MM – Manajemen dan Bisnis
Profesor Fathul Wahid merupakan tokoh terkemuka dalam studi manajemen di UNAIR. Dengan banyak publikasi di jurnal ternama, penelitiannya berfokus pada manajemen strategis, kewirausahaan, dan perilaku organisasi. Dia sering mengintegrasikan pengalaman praktis dari bisnis lokal, sehingga siswa dapat memperoleh wawasan dunia nyata. Metode pengajarannya yang inovatif mencakup studi kasus dan pembelajaran berbasis proyek, mempersiapkan lulusan untuk menghadapi kompleksitas dunia bisnis.
2. Dr. Maria Ulfah, M.Si. – Ilmu Lingkungan
Ilmuwan lingkungan ternama, Dr. Maria Ulfah memimpin inisiatif UNAIR mengenai keberlanjutan dan pengelolaan ekosistem. Penelitiannya menekankan pada strategi mitigasi dan konservasi perubahan iklim, serta mengatasi permasalahan lingkungan yang mendesak di Indonesia. Kecintaan Dr. Ulfah terhadap pendidikan terlihat jelas dalam ceramah interaktifnya, di mana ia mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kerja lapangan dan proyek komunitas, membina hubungan yang mendalam dengan lingkungan sekitar.
3. Profesor Dr. Rosyidi, M.Hum. – Budaya dan Linguistik
Sebagai seorang sarjana terkemuka dalam studi bahasa dan budaya, Profesor Rosyidi berperan penting dalam menjembatani penelitian akademis dan pemahaman budaya. Studinya tentang interaksi antara bahasa dan identitas telah menarik perhatian baik secara nasional maupun internasional. Dengan mempromosikan dialog lintas budaya melalui seminar dan lokakarya, ia memberdayakan siswa untuk menghargai keberagaman dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.
4. Dr. Rachmat Hidayat, S.Kom., M.Cs. – Information Technology
Dr. Rachmat Hidayat membentuk bidang teknologi informasi dengan keahliannya yang mendalam di bidang keamanan siber dan analisis data. Kursus-kursusnya membekali siswa dengan keterampilan penting untuk berkembang dalam lanskap digital yang berkembang pesat. Dr. Hidayat juga dikenal karena proyek penelitian kolaboratifnya yang melibatkan kemitraan industri, yang memberikan mahasiswa pengalaman praktis yang sangat berharga dalam mengatasi tantangan teknologi dunia nyata.
5. Guru Besar Dr. Nani Suryani, M.Pd. – Pendidikan dan Pedagogi
Sebagai tokoh berpengaruh dalam penelitian pendidikan, Profesor Nani Suryani berfokus pada metodologi pengajaran inovatif dan pengembangan kurikulum. Penelitiannya bertujuan untuk meningkatkan praktik pendidikan dengan penekanan khusus pada inklusivitas dan keterlibatan peserta didik. Melalui bimbingannya, siswa didorong untuk mengeksplorasi filosofi pendidikan mereka, mendorong mereka untuk menjadi praktisi yang reflektif dalam karir masa depan mereka.
6. Dr. Ahmad Danies, SP, MP – Pertanian dan Ketahanan Pangan
Dr. Ahmad Danies berdedikasi untuk memajukan praktik pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan melalui penelitian yang cermat. Karyanya membahas isu-isu penting dalam sistem produksi pangan, memberikan siswa wawasan tentang pentingnya praktik berkelanjutan. Gaya pengajaran interaktifnya mendorong pemikiran kritis dan kemampuan memecahkan masalah, yang sangat penting bagi para pemimpin pertanian masa depan.
7. Profesor Rina Susanti, MSW – Pekerjaan Sosial dan Pengembangan Masyarakat
Sebagai pekerja sosial dan pendidik terkemuka, Profesor Rina Susanti berfokus pada keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kebijakan kesejahteraan. Pendekatan interdisiplinernya menggabungkan sosiologi, psikologi, dan analisis kebijakan untuk memberikan perspektif komprehensif mengenai isu-isu sosial. Dia secara aktif melibatkan siswa dalam proyek pengabdian masyarakat, memungkinkan mereka untuk mempraktikkan prinsip-prinsip pekerjaan sosial dalam situasi kehidupan nyata.
8. Dr. Siti Rosila, S.Psi., M.A. – Psychology
Dr Siti Rosila adalah seorang psikolog terkemuka yang berspesialisasi dalam kesehatan mental dan kesejahteraan. Penelitiannya mengeksplorasi dampak tekanan masyarakat terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja. Di kelasnya, Dr. Rosila menciptakan ruang yang aman untuk berdiskusi, mendorong siswa untuk memahami masalah kesehatan mental secara kritis. Karyanya menekankan pentingnya ketahanan psikologis dalam menghadapi tantangan hidup.
9. Profesor Joko Subandi, ME – Ilmu Ekonomi
Mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi internasional, Profesor Joko Subandi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap diskusi kebijakan ekonomi di Indonesia. Penelitiannya yang luas mengenai pembangunan ekonomi dan hubungan perdagangan membekali mahasiswa dengan pemahaman yang berbeda-beda tentang dinamika ekonomi global. Melalui penugasan praktis dan simulasi, ia mempersiapkan para ekonom masa depan untuk menganalisis dan mengatasi tantangan ekonomi kontemporer.
10. Dr. Wahyu Truno, SH, MH – Hukum dan Hak Asasi Manusia
Keahlian Dr Wahyu Truno di bidang advokasi hukum dan HAM menempatkannya sebagai sosok yang disegani di UNAIR. Kursus-kursusnya menggabungkan kerangka teoretis dengan penerapan praktis di bidang hukum, memastikan bahwa siswa memahami pentingnya proses hukum dalam memajukan keadilan. Melalui debat dan analisis kasus, ia memupuk pemikiran kritis dan penalaran etis, yang penting bagi para profesional hukum.
Masing-masing guru besar ini menjadi contoh komitmen UNAIR terhadap keunggulan akademik dan tanggung jawab sosial. Dengan memupuk budaya penyelidikan dan inovasi, mereka mempersiapkan siswa tidak hanya untuk berkarir tetapi juga untuk kehidupan yang berdampak yang didedikasikan untuk pengabdian masyarakat dan integritas profesional. Mulai dari manajemen hingga ilmu lingkungan, fakultas di Universitas Airlangga berperan penting dalam membentuk pemimpin masa depan, memastikan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan tetapi juga perjalanan transformatif.

